Sohib-sohib

Tampilkan postingan dengan label HUMOR AJIB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUMOR AJIB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Desember 2010

BILL IN HELL

Barusan lagi searching2 keyword damai, eh nyasar kesini. Ada humor, lucu lah... hehe..

Bill Gates meninggal dunia. Maka, Bill bertemu dengan Tuhan. 

Tuhan berkata, "Baiklah Bill, saya benar2 bingung dengan panggilan ini. Saya tidak yakin, harus aku kemanakan kau, ke surga/neraka. Ciptaanmu membawa banyak dampak baik maupun buruk bagi manusia." 

Bill gates berkata, "Tuhan, biarkan aku melihat surga maupun neraka. Aku berhak memilih juga." 

Tuhan membawa Bill ke Neraka. Di neraka ia menemukan tempat yang sangat indah. Bersih dengan wanita-wanita yang cantik dengan pakaian seksi. Dalam hati Bill bertanya, "Kalau neraka seperti ini, surga seperti apa?" 

Lalu Tuhan membawa Bill ke surga. Di surga ia melihat surga diliputi awan. Dia merasa damai di Surga tapi tidak betah. 

Maka Bill berkata, "Hmm, saya pikir, saya akan betah di Neraka." 

"Baiklah", kata Tuhan mengirim Bill ke neraka. 

Dua minggu kemudian, Tuhan ingin mengontrol keadaan Bill. Ia melihat bill sedang berada di lorong yang gelap dengan berteriak-teriak di tengah api. 

"Bagaimana keadaan mu bill?" Tanya Tuhan. 

Bill menjawab dengan suara berat, "Penuh penderitaan tuhan! Dimana wanita-wanita seksi yang dulu ada di sini itu Tuhan? Dan dimana pasir yang sangat indah itu?" 

Tuhan menghela nafas sambil berkata "Bill, Bill… Itu kan cuma Screen Saver~" 


Diambil dari sini

Senin, 13 Desember 2010

Jangan Merokok sewaktu Gelap

Ada cerita lucu nih dari pesantren sebelah:


Di salah satu pesantren di Gorontalo, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran.

Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB.

Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.

"Kang, minta rokoknya... sekalian dengan api-nya...sup." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjuknya.

Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok.

"Alhamdulillah, asyik sup..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya.

Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya... Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan...

Ternyata... yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri.

Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak :

"Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya Bahlul!"



(Diadaptasi dari sini)